بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Selamat Datang di Blog Belajar Biologi

Tampilkan postingan dengan label Tugas ISBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas ISBD. Tampilkan semua postingan

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik dan dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan  atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut (Homo Economis) atau ilmu ekonomi, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus  (filsafat) dan alin sebagainya.

    Manusia sebagai satu kepriadian mengandung tiga unsur yaitu :

Manusia Sebagai Makhluk Individu

Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.

Sekularisasi Pendidikan, salahkah ?

Membicarakan pendidikan, asumsi awal yang timbul dalam benak pikiran kita adalah sebuah institusi formal yang dibatasi oleh bangunan, pengajar, siswa, uang, waktu belajar, izin kegiatan, pemerintah, dan aturan sebagainya. Asusmsi ini tentu tidak semata-...mata tumbuh dalam benak kita, tetapi merupakan sebuah implikasi dari sebuah sistem yang telah lama diterapkan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Tidak
sebatas itu, sistem inipun membuahkan asumsi diskriminatif atas pendidikan informal dan non formal, sehingga kedua model pendidikan tersebut acapkali dicap sebagai intitusi sekunder dan bahkan dipandang
sebelah mata oleh masyarakat umumnya.