بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Selamat Datang di Blog Belajar Biologi

PENGERTIAN MIKROBIOLOGI DAN MIKROBA

Mikrobiologi merupakan Salah satu cabang biologi yang menelaah mengenai organisme hidup berukuran mikroskopis yang meliputi virus, bakteri, archaea, protozoa, algae, dan fungi.

Beberapa mikroba (algae dan fungi) yang berukuran cukup besar dan dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi masih dimasukan dalam kajian mikrobiologi, karena teknik yang sama (isolasi, sterilisasi, dan penumbuhan pada media artifisial) digunakan untuk mempelajarinya.

Ruang Lingkup Mikrobiologi

Mikrobiologi adalah salah satu cabang ilmu dari biologi yang mempelajari mikroba yang memerlukan ilmu pendukung seperti kimia, fisika, dan biokimia. Mikrobiologi dapat dibedakan menjadi beberapa sub disiplin berdasarkan beberapa macam sub orientasi yaitu :
a. Orientasi Taksonomi

· Virologi

ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi virus.

· Bakteriologi

Ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makhluk hidup termasuk bakteri.

· Mikologi

Ilmu yang mempempelajari tentang struktur susunan dan klasifikasi maklhuk hidup termasuk jamur.

· Fikologi atau Algologi

Ilmu yang mempalajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makluk yang termasuk ganggang atau algae.

· Protozoologi

Ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makhluk hidup termasuk protozoa.



b. Orientasi Habitat

· Mikrobiologi Air

Ilmu yang mempelajari tentang peri kehidupan dan peranan mikroba dalam air.

· Mikrobiologi Tanah

Ilmu yang mempelajari tentang peri kehidupan dan peranan mikroba dalam tanah.

· Mikrobiologi Laut

Ilmu yang mempalajari tentang peri kehidupan mikroba yang hidup dalam habitat air laut.



c. Orientasi Problema

· Ekologi Mikroba

Ilmu yang mempelajari tentang timbal balik antara mikroba dan lingkungan hidupnya.

· Mikrobiologi Patogenik (Pathogenic microbiology)

Ilmu yang mempalajari tentang mikroba yang dapat menimbulkan penyakit.

· Mikrobiologi Pertanian

Ilmu yang mempelajari tentang peranan mikroba dalam bidang pertanian.

· Mikrobiologi Industri

Ilmu yang mempelajari tentang mikroba-mikroba yang berperan dalam bidang industri.

· Mikrobiologi Geologi

Ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat dan peranan mikroba dalam bidang geologi.



Lapangan Mikrobiologi Terapan

1. Mikrobiologi Kedokteran

Mempelajari mikroba-mikroba yang dapat menimbulkan penyakit, prosedur diognosa dan identifikasi mikroba penyebab penyakit dan cara penyegahannya.

2. Mikrobiologi Akuatik

Diterapkan dalam pemurnian air, pengujian mikrobiologis, pengurangan pencemaran biologis dan ekologis.

3. Aeromikrobiologi

Mempelajari tentang kontaminasi dan kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh mikroba, dan penyebaran penyakit-penyakit.

4. Mikrobiologi makanan

Diterapkan dalam penyediaan bahan makanan, pengawetan bahan makanan, penyakit-penyakit yang disebabkan oleh keracunan makanan dan pencegahannya.

5. Mikrobiologi Pertanian

Penyerapannya dibidang penyuburan tanah, penelitian tentang penyakit hewan dan tanaman.

6. Mikrobiologi Industri

Diterapkan dalam pembuatan antibiotika, vaksin, minuman fermentasi, zat-zat kimia, pembuatan protein dan hormon-hormon.

7. Eksomikrobiologi

Diterapkan dalam eksplorasi tentang kehidupan di angkasa luar.

8. Mikrobiologi Geokimia

Diterapkan dalam pertambangan batubara, pembentukan mineral dan gas, pencarian barang tambang seperti batubara, minyak dan gas bumi.





Pengertian Mikroba

Segala jasad hidup yang berukuran kecil disebut mikroba / mikroorganisme / jasad renik. Disedut jasad renik karena ukurannya yang kecil (kurang dari 0,1 mm), sehingga sukar dilihat dengan mata biasa, umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, ada mikroba yang berukuran besar sehingga dapat dilihat tanpa alat pembesar, pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan jasad tingkat tinggi.



Penggolongan Mikroba diantara Jasad Hidup

Secara klasik jasad hidup hanya digolongkan menjadi dua macam, yaitu dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia). Dalam penggolongan klasik ini, mikroorganisme sulit dimasukan diantara kedua golongan tersebut, hal ini dikarenakan mikroba mempunyai ukuran yang sangat kecil, dan kadang mempunyai sifat seperti tumbuhan dan hewan sehingga mikroba tidak dapat dimasukkan diantara keduanya.

Menurut Haeckel, Berdasarkan perbedaan organisasi selnya, dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia) dibedakan dengan protista. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plantae dan animalia. Protista terdiri dari algae atau ganggang, protozoa, jamur atau fungi, dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler, sonositik, atau multiseluler tanpa diferensiasi jaringan.

Whittaker membagi Membagi jasad hidup menjadi tiga tingkat perkembangan, yaitu Jasad prokariotik/ bakteri dan ganggang biru (Divisio Monera), Jasad eukariotik uniseluler/algae sel tunggal, khamir dan protozoa (Divisio Protista), dan Jasad eukariotik multiseluler dan multinukleat/Divisio Fungi, Divisio Plantae, dan Divisio Animalia.

Sedangkan Woese, menggolongkan jasad hidup berdasarkan susunan kimia makromolekul yang terdapat di dalam sel. Pembagiannya, yaitu Arkhaebacteria, Eukaryota (Protozoa, Fungi, Tumbuhan dan Binatang), dan Eubacteria.



Ciri Umum Mikroba

Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen, konsumen, maupun redusen.

a. Jasad Produsen

Menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik dengan energi sinar matahari. Mikroba yang berperanan sebagai produsen adalah algae dan bakteri fotosintetik.

b. Jasad Konsumen

Menggunakan bahan organik yang dihasilkan oleh produsen. Contoh: protozoa

c. Jasad Redusen

Menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsur-unsur kimia (mineralisasi bahan organik), sehingga di alam terjadi siklus unsur-unsur kimia. Contoh: bakteri dan jamur (fungi)



Sel mikroba ukurannya sangat kecil yang merupakan satuan struktur biologi. Banyak mikroba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler), sehingga semua tugas kehidupannya dibebankan pada sel itu. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler) yang umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel atau kelompok selnya, walaupun organisasi selnya belum sempurna.

Setelah ditemukan mikroskop elektron, dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup, sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad, yaitu:
Prokariota (jasad prokariotik/primitif), yaitu jasad yang perkembangan selnya belum sempurna
Eukariota (jasad eukariotik), yaitu jasad yang perkembangan selnya telah sempurna.



Selain yang bersifat seluler, ada mikroba yang bersifat nonseluler, yaitu virus. Virus merupakan jasad hidup yang bersifat parasit obligat, berukuran super kecil atau submikroskopik dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa menggunakan jasad hidup lain.

Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid, yaitu bahan genetik RNA yang bersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang. Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang.

Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion, yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius, kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi, sebab prion menyimpan sifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida, bukan di dalam RNA atau DNA. Prion dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketahui dengan jelas.



RENTANG KERAGAMAN

· Keragaman Ukuran (virus – fungi makro)

· Keragaman Nutrisi (autotrof - heterotof)

· Keragaman faktor fisik lingkungan (normal - ekstrim)



DIVERSTITAS KEHIDUPAN MIKROBA

· Thermofilik

· Psikrofilik

· Acidofilik

· Alkalofilik

· Halofilik

· Barofilik

· Radiofilik

· Anaero obligat

0 komentar:

Poskan Komentar